Indonesia Admin Blogspot. Powered by Blogger.

Wednesday, February 24, 2010

KONSELING PADA REMAJA

KONSELING PADA REMAJA

Penelitian ini di susun untuk memenuhi tugas

Pada mata kuliah "Bimbingan dan konseling"

Di susun oleh:

Muharom TB. PAI/D

243062100

Dosen Pengampu:

Muh. Mukhlas M.Pd

SEKOLAH TINGGI AGAMA ISLAM NEGERI

STAIN PONOROGO 2009

BAB I

PENDAHULUAN

Dalam rangka usaha layanan bimbingan serta pemberian bantun melalui usaha layanan konseling adalah merupakan bagian yang sangat penting. Bahkn para ahli mengatakan layanan konseling adalah merupakan jantung hati dari usaha layanan bimbingan secara keseluruhan. Oleh karena itu pra petugas dalm bidang bimbingan dan konseling perlu kiranya memahami dan melaksanakan usaha layanan konseling itu dengan sebaik-baiknya.Proses pendekatan koseling merupakan suatu usaha untuk mencapi suatu tujuan . Yang dapat di capai di ini adalah perubahan pada klien, baik dalam bentuk pandangan , sikap , sifat maupun ketrampilan yang lebih memungkinkan klkien untuk dapat menerima dirinya sendiri, serta pada akhirnya klien dapat mewujudkan dirinya sendiri secra optimal.Maka dari itu di perlukan seorang konselor yang dapat mengatasi permasalahan yang ada pada klien.Pad umumnya psikolog menetapkan sekitr usia 13 tahun sebagai awal masa remaja pertumbuhan fisik yang sudah menyerupai maa dewasa dan tidk di ikuti dengan perkembangan psikis yang sama pesatnya, sebagai akibatny.Masa remaja di sini merupakan masa transisi dan masa pancroba yang mana banyak mengalami kesulitan yang di alam pada masa remaja ini.


 

.


 


 


 


 


 


 


 


 


 


 


 

  1. Dari hasil wawancara pada tanggal 10 januari 2009 , jam 10.00 wib di temukan bahwa ada anak yang selalu diam saja ketika di sekolah karena ia merasa kesulitan untuk belajar sehingga ia merasa minder dengan teman-temannya.dan sulit untuk menyesuaikan diri dengan teman-temannya.

    Realita masalah remaja berumur sekitar usia 17 sampai 21 tahun di antaranya :

    1. Prestasi belajar rendah.
    2. Sering bentrok
    3. Suka melanggar tata tertib
    4. Mudah terjangkit narkoba
    5. Kenakalan yang merajalela
    6. Sukar menyesuaikan diri

    Batasan masalah

    1. Minder

    2. Prestasi belajar rendah

    3. Sulit menyesuaikan diri

    Proses penyesuaian diri sering menimbulkan masalah terutama bagi individu itu sendiri. Jika individu dapat berhasil memenuhi kebutuhan sesuai dengan lingkungannya maka di sebut "well adjusted". Dan jika sebaliknya individu gagal dalam proses penyesuaian diri di sebut"maladjusted".Ciri-ciri orang yang Well adjusted adalah orang yag mampu merespon kebutuhan dan masalah secara matang,efisien, puas dan sehat.Yang di maksud efisien adalah hasil yang di peroleh tidk banyak membuang energi, waktu dan terhindar dari kekeliruan.Sedangkan Whole Some adalah respon individu itu sesuai dengan hakekat kemanusiaannya , seperti sikap persahabatan, tolerni, dan memberi pertolongan.Dapat pula di katkan seeorang memilki penyesuaian diri yang normal pabil mampu memenuhi kebutuhan danmengatsi masalah secara wajar tidak merugikn diri sendiri dan lingkungannya, dan sesuai dengan norma-norma.

    Selain di atas terkadang seorang anak sulit menyesuaikan diri karena merasa minder dengan temannya kesulitan untuk belajar.Adapun faktor-fktor yang mempengaruhi keberhasilan belajar bersumber dari faktor internal maupun eksternal. Faktor internal adlahfaktor yng beraal dari dalam individu baik bersifat fiik maupun psikis. Sedangkan faktor eksternal meliputi aspek sosial baik yang hadir langsung seperti radio,tv,dsb.Dan non sosial seperti waktu, tempat, suasana lingkungan.Dengan adanya maalah dalam belajar, maka di perlukan layanan bimbingn belajar baik yang bersifat preventif mupun bersifat koratif.

    1. Membangun hubungan

      Setelah mengetahui dari permasalahan di atas maka seorang hal yang harus di lakukan oleh konselor hendaknya beruah untuk membangun hubungan dengan anak yangbermasalah tersebut di antaranya :

      1. Berusaha untuk mendekati konseli atau obyek yang bermasalah.
      2. Berusaha untuk selalu memantau perkembangan pada konseli.
      3. Berusaha untuk selalu aktif mengajak komunikasi dengan konseli terhadap permasalaha yang ia hadapi.

        Penyebab terjadinya masalah

        1. Malas belajar
        2. Pesimis terhadap kemampuan diri sendiri
        3. Kurangnya dukungan dari orang tua
        4. Adanya pengaruh dari lingkungan yang kurang baik
        5. Adanya pengaruh teman sepermainan yang kurang memberi dukungan untuk belajar


     


     

    1. Asessement

      1.Rumusan :

      - karena anak itu merasa minder dengan teman-temannya

      - karena anak itu ingin punya kemampuan seperti teman-temannya

      - karena anak itu merasa dirinya tidak nyaman

      - karena anak itu kurang yakin terhadap kemampuan yang ia miliki


       

  2. Tujuan
    1. Dengan adanya proses konseling ini di harapkan mampu mengubah cara pandang konseli dalam kehidupannya.
    2. Dengan adanya konseling di harapkan mampu mengubah sifat-sifat yang kurang baik yang ada pada konseli.
    3. Dengan adanya proses konseling di harapkan seorang konseli mampu mengubah sikap yang pesimis menjadi optimis.
    4. Dengan adanya proses konseling di harapkan seorang konseli mempunyai kemampuan seperi teman-temannya.
    5. Dengan adanya konseling di harapkan seorang konseli mampu menyesuikan diri ketika bergaul dengan teman-temannya sehingg tidak merasa minder.


       

    6. Mengembangkan Instrumen
      1. Permasalahan ini di temukan di SMU BAKTI Jl. Batoro Katong Ponorogo, tgl 10 Januari jam 10.00 Th 2009.
      2. Nama : Didik Efendi

        Alamat : Jl. Rumpuk No.115 Kertosari Ponorogo.

        TTL : Ponorogo, 15 Agustus, 1992.

        Kelas : II

      3. Teknik atau cara yang di gunakan dalam koseling ini adalah jenis bimbingan pribadi karena masalah ini berkaita dengan keadaan seorang siswa secara intern di antaranya adalah, sulit bergaul dengan temannya, merasa minder ,sikap pesimis terhadap diri sendiri.


 

  1. Langkah-langkah konseling.

Dalam proses konseling

Pihak Klien

Pihak Konselor

  1. Pembukaan
  1. Membangun hubungan pribadi dengan konselor
  1. Membangun hubungan pribdi dengan klien:
  2. Menymbut kedtngn klien
  3. Mengajak berbasa-basi sebentar
  4. Menjelskan tujuan dari wawancara konseling
  5. Mempersilahkan klien untuk mengutarakn hal-hal yng ingin di bicarakan
  1. Penjelaan masalah
  1. Mengutarakan pikiran dan perasaan yang berkitan dengan hal-hal yang ingin di bicarakan
  1. Menerima ungkapan klien apa adanya serta mendengar dengan penuh perhatian.Berusaha menentukan jeni masalah dan pendekatan konseling yang sebaiknya di ambil.
  1. Pergalian latar belakang masalah

3.menambah ungkapan pikiran dan perasan supaya kedudukan masalah menjadi lebih jelas

3. Mengadakan analisis kasus esuai dengan pendekatan konseling yang di pilih

  1. Penyelesaian masalah 

4.memikirkan cara yang terbaik untuk mengatasi masalah yang di hadapi

4.menyalurkan arus pemikiran klien, sesui dengan pendektan konseling yang di pilih


 


 


 

  1. Terminasi / Penutup

    1.Kesimpulan

    Setelah melakukan beberapa langkah-langkah dalam proses konseling di atas maka di harapkan seorang konseli atau pihak klien mau menyatakan kemantapan atas keputusan yang telah di ambilnya sesuai dengan pembicaraan yang ringkas yang di lakukan oleh pihak konselor dalam proses akhir pada konseling dan selain itu pihak konselor menegaskan kembali atas keputusan yang di ambil oleh pihak klien, memberi semangat kepada pihak klien,dan menawarkan bantuan bila kelak timbul permasalahan lagi.

    2. Saran.

    - Menghimbau pihak klien supaya tetap optimis terhadap kemampun diri sendiri serta berusaha untuk dapat menyesuaikan diri terhadap lingkungannya agar masalah tersebut tidk terulang lagi dan di harapkan ketika masalah itu timbul lagi kelak di kemudian hari mampu mengatasinya tanpa bantuan orang lain


     


     


     


     


     


     


     


     


     


 


 


 


 


 


 


 


 

REFERENSI


 

Hasil wawancara dengan saudara Didik Efendi pada tanggal, 10, januari,2009,jam 10.00 WIB.

Dra. Siti munifah M.Pd, Bimbingan Konseling, STKIP Ponorogo, 2006

Drs. Slmeto, Bimbingan di Sekolah, Bina Aksara, Jakarta, 1988


 


 


 


 


 


 


 


 


 


 


 


 


 


 


 


 


 


 


 


 


 


 

Ditulis Oleh : Nur Giantoro // 8:45:00 PM
Kategori:

0 komentar:

Post a Comment

Silahkan Berkomentar......