Indonesia Admin Blogspot. Powered by Blogger.

Sunday, March 7, 2010

Pendidikan Indonesia Warisan Penjajahan Belanda

Benar atau tidak System Pendidikan Indonesia Sekarang adalah warisan penjajahan belanda, saya kira juga begitu. belanda menjajah indonesia selama 350 tahun bayangkan saja. selama itu bangsa indonesia tidak diberi pendidikan yang mumpuni, kalau pun ada sebagian rakyak indonesia khususnya kalangan konglomerat yang boleh mengikuti pendidikan itupun dengan tujuan melayani belanda.

Memang belanda cerdik mendidik jajahannya dengan tujuan melayaninya. apa akibatnya bagi bangsa kita ini...??? tentu sebuah ketergantungan kepada orang lain, sedikit berusaha dan terlalu takut melakukan perubahan. contoh yang terjadi saat ini adalah tujuan pendidikan pada semua tingkat pendidikan, tujuan sekolah maupun kuliah pada saat ini berorientasi pada mencari kerja. benar itu adanya!!!

teman saya yang kuliah di salah satu perguruan tinggi mendapatkan nilai yang kurang memuaskan dalam salah satu mata kuliah, kemudian dia disuruh menghadap dosen tersebut untuk melakukan ujian ulang
Dosen "kamu harus ujian susulan biar nilaimu bagus"
temanku " emangnya kenapa harus mengulang pak? kalo tidak kenapa?"
Dosen "kalau tidak mengulang kamu akan sulit mendapat kerja apa lagi di instansi terkenal"


itulah Fakta yang sudah lama ada, di smp-sma pun mencari kerja dan kerja itu tujuan pendidikan, setiap tahunnya lulusan SMA dan perguruan tinggi menumpuk dimana-mana, lebih dari separonya bertujuan mencari kerja.
sedangkan dinegara kita orang yang menyediakan lapangan kerja itu sedikit sekali, kenapa lulusan-lulusan terbaik dari jalur pendidikan masing-masing tidak menciptakan lapangan kerja????

pendidikan yang seperi ini perlu waktu yang lama untuk mengubahnya. jika tidak karena kemauan dari diri kita memulai saat ini juga, tidak akan pernah kita berubah.

 dari sabahat blogger juga sudah ada yang menyinggung begini postingnya
judulnya

Sarjana lelah mencari kerja

Jumlah pengangguran intelektual di tahun 2010 diperkirakan akan semakin meningkat. Tingginya angka pengangguran terdidik ini akibat minimnya lapangan pekerjaan, sehingga jumlah pengangguran setiap tahunnya meningkat. Jumlah lapangan pekerjaan yang di usahakan pemerintah selalu tidak sebanding dengan banyaknya pencari kerja. Kabupaten Situbondo jawa timur misalnya, setiap tahun pemkab situbondo hanya membuka lowongan PNS rata-rata 50 orang sementara data pencari kerja di Dinas Tenaga Kerja & Transmigrasi mencapai 19.000 orang dan 4.908 diantaranya adalah lulusan sarjana! Pantaskah kita menyalahkan pemerintah yang tidak mampu menciptakan lapangan kerja buat generasi terdidiknya?

Pantas tak pantas , kini bukan saatnya saling tuding. yang lebih penting untuk kita pikirkan adalah bagaimana mencari solusi terbaik. Menurutku sih ya , ini masih menurutku lho..., saya perhatikan disekelilingku mereka yang pada menganggur ini memilih menganggur karena hanya berharap bisa jadi PNS saja. Lebih parah lagi masih banyak diantara mereka yang melulu mencari kerja meski dah ditolak puluhan kali, kok ndak ada ya yang punya inisiatif daripada ditolak sana-sini mending menciptakan lapangan kerja minimal untuk dirinya sendiri syukur2 bisa memberi pekerjaan untuk orang lain. namun ada lagi yang lebih parah dari itu semua yaitu mereka yang beranggapan bahwa pekerjaan layak itu adanya di kantor2 mewah,di hotel, di bank, atau di perusahan besar. Sementara pekerjaan sebagai penjual nasi goreng, pedagang kain, pembuat tempe, pengrajin souvenir dll itu dianggap bukanlah pekerjaan layak meski dengan wirausaha seperti itu mereka bisa meraih keuntungan 100 ribu perhari.

Ataukah mereka menganggur demi gengsi ijazah pendidikan? atau...Haruskah ditanamkan sikap mental "lebih baik jadi bos kecil daripada ikut bos besar" di kurikulum sekolahan/perkuliahan agar mereka punya jiwa wirausaha yang mandiri? jika itu solusinya why not !!

Ditulis Oleh : Nur Giantoro // 3:32:00 AM
Kategori:

0 komentar:

Post a Comment

Silahkan Berkomentar......