Indonesia Admin Blogspot. Powered by Blogger.

Tuesday, May 4, 2010

Belajar Melalui Contoh Contoh

Albert Einstein pernah mengatakan,belajar melalui contoh bukan salah satu cara belajar melainkan satu-satunya cara belajar”.

Dapat kita maklumi apabila seorang anak yang sulit didik orang tuanya yang mana orang tua tersebut tidak memberikan contoh yang baik kepada anaknya, misalnya seorang bapak yang mendidik anaknya untuk senantisa jujur dalam kehidupan sehari-hari, akan tetapi sang bapak setiap sering membohonginya dan ibunya. Jelas sampai kapan pun anak akan sulit untuk berbuat jujur, karena contoh yang dia terima adalah contoh berbohong.

Hal tersebut tentunya sama pula dalam bahasa pemrograman. Sulit untuk dipelajari bahasa pemrograman itu bilamana tidak melalui contoh. Waktu kita belajar berbicara saja waktu kecil dulu melalui contoh-contoh yang diungkapkan orang-orang di sekitar kita. Mustahil kita bisa berbicara apabila kita dulu hidup sendiri di hutan yang sama sekali tidak ada contoh untuk berbicara.

Satu-satunya cara belajar bahasa pemrograman adalah dengan melalui contoh. Contoh-contoh banyak kita kita cari baik di buku-buku maupun di internet.

Belajar melalui contoh sangat sederhana untuk dilakukan, cukup kita tiru sama persis apa yang kita contoh, lalu kita coba hasilnya, dari hasil tersebut tentunya kita akan merasa penasaran, kok bisa begini dan begitu, tibul rasa penasaran. Itulah saat kita mulai jatuh cinta padanya dan terus ingin mencoba.

Setelah kita sudah jatuh cinta dan agak menguasai, baru kita modifikasi. Metode ini bisa dikatakan dengan ATM (Analisa, Tiru, Modifikasi). Tanpa kita sadari apabila ini secara konsisten kita jalankan ilmu akan masuk dengan sendirinya, seperti waktu kita belajar berbicara dulu. Hasilnya bisa kawan-kawan coba.

Agar bahasa pemrograman bisa kita kembangkan lebih jauh, tentunya tidak bisa kita lupakan untuk mempelajari teorinya. Teori ini ibarat cetakan, misalkan kita buat cetakan batu bata, bentuknya kotak, maka hasilnya pun akan kotak, tidak mungkin akan menjadi lingkaran. Teori bahasa pemrograman akan membimbing kita dalam mengembangkannya.

Metode tersebut teori dan praktek akan dapat kita kuasai. Kedua-duanya sangat penting dan tidak dapat ditawar lagi, ibarat suami isteri, yang saling membutuhkan satu sama lainnya dan tidak dapat dipisahkan, apabila dipisahkan maka sama dengan bukan suami isteri lagi.

Mari kita coba bersama dengan metode tersebut, Insya’ Allah akan dapat membantu kita dalam belajar bahasa pemrograman. Agar lebih yakin dengan metode ini silakan baca artikel sebelumnya, Anggap Mudah Bahasa Pemrograman

Semoga bermanfaat…

Artikel diambil dari andikhermawan.wordpress.com

Ditulis Oleh : Nur Giantoro // 11:49:00 PM
Kategori:

4 komentar:

  1. Belajar moral juga begitu, seringnya tidak ada contoh moral dari pendidik, sehingga pelajar2 kita sebagian besar tidak bermoral.

    Hihihi...

    ReplyDelete
  2. benneeerrr manteb itu mas.. oiya mas ketemuan yuk.. alamat rumahnya mana.. tak maen kesana.hehehehe

    ReplyDelete
  3. Setuju mas, karena semua pembelajaran ingin untuk segera berubah menjadi aksi. Kalau gak ada contoh, ya bingung toh bangaimana mau diaksikan...

    ReplyDelete
  4. wah... info menarik nih... http://pakador.blogspot.com/

    ReplyDelete

Silahkan Berkomentar......