Jumat, 19 Februari 2010

Khisos kisah-kisah dalam Al-Qur'an

Nama : Muhammad Ihwanuddin

Kelas : TB/D

NIM : 243062090

القصاص

(kisah-kisah dalam Al-Qur'an)


 

Qisos ialah berita/khabar tentang keadaan yang terjadi pada umat-umat dan nabi-nabi terdahulu. Dan Al-Qur'an mengandung banyak sekali cerita cerita dari umat-umat terdahulu yang menjadi teladan bagi kita untuk diambil hikmahnya. Allah telah berfirman dalam Al-Qur'an:

.قال تعال: لقد كان في قصصهم عبرة لاول الالباب( يوسف: 111)


 

قال تعال: ان هذا لهو القصص الحق(ال عمران 62)

Macam cerita-cerita dalam al-Quran yaitu:

  1. Macam yang pertama: Cerita-cerita para Nabi-nabi, dan ini mengandung dakwah Nabi-Nabi pada umat mereka, mu'jizat yang diberikan Allah kepada mereka, akibat bagi orang yang beriman dan orang yang kafir, seperti kisah Nabi Nuh, Ibrahim, Musa, Harun, dan Nabi Muhammad SAW. dan yang lainnya.
  2. Macam yang kedua: Kisah-kisah Al-Qur'an yang berhubungan dengan kejadian-kejadian yang telah lewat dan nama-nama yang tidak tersebut kenabiannya. Seperti kisah Tholut dan Jalut, Bani Adam, Dzulkarnain, Qorun, Maryam, dan yang lainnya.
  3. Macam yang ketiga: Kisah-kisah yang berhubungan dengan kejadian-kejadian yang terjadi pada zaman Nabi Muhammad SAW. Seperti perang Badar dan Uhud pada surat Al-Imran, perang Hunain dan Tabuk pada surat At-Taubah, perang Ahzab pada surat Al-Ahzab, Hijarah, Isra', dan yang lainnya.

Sedangkan tujuan Qishos dalam alQur'an adalah memberikan kita pendidikan dan pengajran serta mengambil hikmah-hikmah yang pada suatu cerita yang ada dalam Al-Qur'an seperti kisahnya Nabi Musa yang berguru kepada Nabi Khidir, suatu hari nabi musa ditanya oleh kaumnya siapakah orang yang terpandai maka Nabi Musa menjawab bahwa dirinyalah orang yang terpaidai itu. Dia mengira bahwa tidak ada lagi orang yang melebihi ilmunya karena nabi musa adalah orang yang telah sanggup mengalahkan raja Fir'aun, maka Allah langsung menegur nabi musa bahwa bahwa ada lagi seorang hamba yang yang diberikan kelebihan ilmu oleh Allah.

    Musa kemudia mencari hamba Allah yang di maksud, yang tidak lain adalah Nabi Khidir. Nabi Khidir memberikan syarat agar nabi musa bersifat sabar. Setelah melihat tingkah khidir yang diluar akal sehat Nabi Musa maka Nabi Musa melupakan wasiat yang diberikan olehnya. Setelah mengikuti Khidir maka tahulah Nabi musa bahwa kunci dalam menuntut ilmu adalah kesabaran.

Dari cerita diatas Allah memberikan suatu pelajaran agar kita selalu berbuat sabar dalam menuntut ilmu karena kunci kesukses dalam mencari ilmu adalah kesabaran, serta tidak boleh merasa bahwa kita telah mempunyai ilmu yang tinggi karena ilmu Allah itu sangat luas, yang di umpamakan meskipun laut sebagai tintnya untuk menulis ilmu tersebut, maka belum lah cukup untuk menulis ilmu Allah meskipun di datangkan tinta yang sama banyaknya lagi.


 

Ditulis Oleh : Nur Giantoro // Jumat, Februari 19, 2010
Kategori:

0 komentar:

Poskan Komentar

Silahkan Berkomentar......

 
Diberdayakan oleh Blogger.