Indonesia Admin Blogspot. Powered by Blogger.

Wednesday, November 17, 2010

Mengapa Susah Sekali Untuk Kaya 1

Mayoritas orang tentu ingin menjadi kaya, tapi saya kira sebagian kecil dari kita yang kaya. Saya selalu ingat dan pahami bahwa hukum paretto juga berlaku untuk hal ini. Bahwa 80% persen dari seluruh kekayaan dikuasai oleh 20% dari manusia, sedangkan sisanya 20% dari seluruh kekayaan dikuasai oleh 80% sisanya. Disinilah hukum alam itu berlaku. Kalau dipikir-pikir sangat tidak adil bahwa 20% kekayaan itu harus menanggung hidup 80% populasi didunia, sedangkan 20% nya menikmati sisanya yaitu 80%. Tapi memang begitu adanya. Disinilah bermulanya segala permasalahan hidup dan berbagai kejadian politik dan sejarah manusia. Ketidakadilan pembagian kekayaan yang berujung pada kesejahteraan. Logikanya, apabila harta seluruh dunia dibagi rata kepada semua manusia, maka tidak akan ada yang kaya dan tidak ada yang miskin, semuanya makmur. Tapi apa benar begitu? Tidak, ternyata meskipun uang disebar rata kepada semua orang, dengan berjalannya waktu, uang itu akan terkumpul lagi ke 20% manusia yang seolah-olah diberkati itu. Sedangkan sisa yang beredar 20% itu bersikulasi menghidupi 80% sisanya yang lain.

Jadi apa yang membedakan orang-orang itu, ada yang seolah-olah orang berbakat kaya dan ada golongan yang seolah-olah ditakdirkan menjadi miskin? Tidak, sebenarnya semua orang bisa kaya, dan semua orang bisa miskin,dan ini tidak terkait dengan modal yang dimiliki seseorang. Sudah banyak contoh, orang-orang yang secara luar biasa merubah nasib mereka dari orang yang 80% masuk kegolongan 20%. Dan banyak contohnya yang lahir kaya raya, tapi diakhir hidupnya menjadi miskin. Ini membuktikan bahwa kaya dan miskin itu adalah suatu usaha dan doa tentunya, bukan karena memang dilahirkan untuk kaya. Semua orang bisa kaya, dan Tuhan memang menginginkan semua orang untuk kaya. Tapi semuanya diserahkan kepada kita sendiri, Tuhan tidak akan memberikan kekayaan kepada orang-orang yang tidak mau berusaha untuk kaya. Sudah banyak contoh, Tuhan akhirnya mengabulkan doa dan usaha orang-orang yang memang berusaha untuk mengubah nasibnya dan menjadi kaya.

Berikut ini hal-hal yang menyebabkan mengapa kita sulit sekali untuk menjadi kaya :

1. Keyakinan dan Tujuan Hidup yang Tidak Jelas
Kebanyakan dari kita mungkin ingin menjadi kaya, tapi berapa banyak yang yakin bahwa kita bisa kaya dan bertekad untuk menjadi kaya? Kita mayoritas dikelilingi oleh golongan yang 80% manusia yang hidup dari 20% kekayaan dunia. Jadi sangat wajar, kalau cara berfikir kita, keyakinan kita, dan tujuan hidup kita, tidak akan jauh dari pola masyarakat sekitar kita, dan kebanyakan dilingkungan yang 80% itu tadi. Anda akan bisa melihat perbedaan keyakinan dari golongan orang biasa dan golongan orang sukses dan kaya.

Misalkan saja, anda adalah orang biasa, ingin membuka sebuah warnet, maka ketika anda membicarakan ide-ide anda, kebanyakan akan memiliki ide yang layu sebelum berkembang, karena apa, kita akan mendapat masukan-masukan yang tdak mendukung dari lingkungan kita, misanya ketakutan kalau nanti sepi pengunjungnya, masalah modal yang tidak ada, kalau kena virus bagaimana, akan tergilas teknologi baru, dan banyak pertimbangan-pertimbangan yang akhirnya membawa kita untuk menyerah sebelum mencobanya.Coba anda bergaul dengan pengusaha warnet yang sukses. Tentu dia akan bisa memberikan pandangan-pandangan yang akan berbeda 180% dari pandangan orang biasa. Semua itu memang masalah dan resiko, tapi bukan berarti anda harus menyerah sebelum berusaha.

2. Ketakutan Untuk Menjadi Miskin
Tahukah anda, samurai-samurai Jepang yang terkenal berani mati, dan para pejuang agama, didoktrin bukan untuk merayakan kemenangan sebelum berperang. Mereka didoktrin bahwa kematian adalah suatu yang terhormat, mulia, dan lebih baik. Mereka yang memiliki mental seperti itu, akan sepenuh hati dalam berperang, terlepas dari beban, dan biasanya merekalah yang akan meraih kemenangan. Apa jadinya sekelompok pasukan yang maju kemedan perang, tetapi dalam hatinya takut sekali untuk menghadapi kematian dan menghadapi musuh yang gagah berani? Tentu bisa dipastikan bahwa pasukan itu akan kalah, bahkan malah binasa semuanya, karena dalam hatinya terusik takut mati. Demikian juga dalam pertarungan hidup yang lainnya. Mayoritas dari kita adalah orang yang dalam hatinya sangat takut untuk miskin. Sehingga akhirnya tidak menjadi apa-apa, bahkan malah menjadi miskin beneran. Orang yang ingin menjadi kaya, seyogyanya harus memiliki mental berani miskin.

Implementasinya apa? Mayoritas dari kita sangat ketakutan kalau uangnya akan habis karena bangkrut berusaha, mencari yang aman-aman saja, kerja juga yang aman-aman saja. Ini sangat alamiah dan manusiawi karena memang begitu adanya, 80% dari kita adalah orang biasa. Sedangkan orang yang berani untuk miskin, akan berani memulai usaha dan investasinya dengan resiko bangkrut, dia sadar itu dan dia berusaha untuk melawan kebangkrutan dan kesuksesan dalam berusaha. Dan hasilnya, orang yang takut miskin tidak dapat apa-apa atau bahkan miskin karena biaya hidup naik terus, dan yang berani mengelola resiko kemungkinan hidupnya akan berubah lebih baik. Memang tidak selalu orang yang berani mengambil resiko miskin akan berakhir kaya, tapi orang kaya pasti dimulai dari keberanian untuk miskin dengan mengambil resiko.

http://www.investasigo.com/

Ditulis Oleh : Nur Giantoro // 12:17:00 AM
Kategori:

0 komentar:

Post a Comment

Silahkan Berkomentar......