Rabu, 24 Februari 2010

PANDANGAN PENDIDIKAN ISLAM TERHADAP SDM DAN SAINS

Setelah Sebelumnya menulis Upload Makalah Teman yang berjudul Makna Dan Peran dalam pembelajaran PAI Sekarang Waktunya Ngasih yang baru


 

BAB I

PENDALUAN

A. Latar Belakang Masalah

Tujuan pendidikan selalu dikaitkan dengan kehidupan suatu bangsa, falsafahnya, dasar serta ideoleginya dalam rangka perbaikan individu, keluarga maupun masyarakatnya. Pendidikan merupakan alat untuk memajukan peradaban, mengembangkan masyarakat dan membuat generasi mampu berbuat banyak bagi kepentingan mereka.

    Sebagai kholifah fil ard tugas manusia adalah mengembangkan apa saja yang ada pada dirinya untu kepentingan manusia lainnya, karena sebaik-baik manusia adalah adalah yang bermanfaat bagi manusia lainnaya. Juga sebagai hamba Allah jadi apa saja hal-hal yang dapat mendekatkan pada Allah dalam pendidikan ioslam dianggalp baik, oleh sebab itu manusia harus berilmu serta mengembnagkan SDM yang dimilikinya.


 

Rumusan masalah

  1. Bagaiman pendidikan islam memendang SDM?
  2. bagaimana pendidikan islam berdasarkan sains?


 


 

BAB II

PEMBAHASAN


 


 

  1. Pendidikan Islam Dan Pengembangan SDM


     


     

    M. Natsir menyatakan bahwa ideologi pendidikan Islam menyatakan, "Yang dinamakan pendidikan Islam ialah suatu pimpinan jasmani dan rohani menuju kesempurnaan dan kelengkapan arti kemanusiaan dengan arti sesungguhnya..

    Manusia diciptakan oleh Allah SWT dalam rangka menjadi khalifah dimuka bumi, hal ini banyak dicantumkan dalam al-Qur'an dengan maksud agar manusia dengan kekuatan yang dimilikinya mampu membangun dan memakmurkan bumi serta melestarikannya. Untuk mencapai derajat khalifah di muka bumi ini diperlukan proses yang panjang, dalam Islam upaya tersebut ditandai dengan pendidikan yang dimulai sejak buaian sampai ke liang lahat.

    Di atas telah disinggung bahwa pendidikan Islam memadukan dua segi kepentingan manusia yaitu keduniaan dan keagamaan. Berbeda dengan pendidikan sekuler yang hanya meninjau pada satu aspek saja, yaitu keduniaan saja dan segala bentuk keberhasilan cenderung dinyatakan dengan jumlah materi yuang dimiliki atau jabatan serta pengaruh di tempat individu berada. Akibatnya telah dapat dilihat bahwa kehampaan yang terjadi pada masyarakat Eropa dan Amerika adalah kehampaan spiritual yang sebagai tempat pelariannya ke tempat-tempat hiburan, alcoholism dan bentuk lainnya. Dengan demikian kemajuan pada satu aspek saja dalam kehidupan ini menyebabkan ketimpangan dalam perjalanan hidup manusia yang kemudian akan kembali menjadi permasalahan kemanusiaan khususnya sumber daya manusia

    Sumber daya manusia (SDM) adalah daya yang bersumber dari manusia, yang berbentuk tenaga atau kekuatan (energi atau power). Sumber daya manusia mempunyai dua ciri, yaitu : (1) Ciri-ciri pribadi berupa pengetahuan, perasaan dan keterampilan (2) Ciri-ciri interpersonal yaitu hubungan antar manusia dengan lingkungannya. Sementara Emil Salim menyatakan bahwa yang dimaksud dengan SDM adalah kekuatan daya pikir atau daya cipta manusia yang tersimpan dan tidak dapat diketahui dengan pasti kapasitasnya. Beliau juga menambahkan bahwa SDM dapat diartikan sebagai nilai dari perilaku seseorang dalam mempertanggungjawabkan semua perbuatannya, baik dalam kehidupan pribadi maupun dalam kehidupan berkeluarga, bermasyarakat dan berbangsa. Dengan demikian kualitas SDM ditentukan oleh sikap mental manusia

    Untuk menjawab tantangan dan menghadapi tuntutan pembangunan pada era globalisasi diisyaratkan dan diperlukan kesiapan dan lahirnya masyarakat modern Indonesia. Aspek yang spektakuler dalam masyarakat modern adalah penggantian teknik produksi dari cara tradisional ke cara modern yang ditampung dalam pengertian revolusi industri. Secara keliru sering dikira bahwa modernisasi hanyalah aspek industri dan teknologi saja. Padahal secara umum dapat dikatakan bahwa modernisasi masyarakat adalah penerapan pengetahuan ilmiah yang ada kepada semua aktivitas dan semua aspek hidup masyarakat.

  2. Pendidikan islam dan kemajuan sains


     


     

    Pendidikan merupakan sarana paling efektif untuk melakukan pengenalan, pengkajian, dan pengembangan sains-teknologi mulai dari sekolah dasar sampai perguruan tinggi. Negara-negara Muslim memang memiliki banyak sekali madrasah dan universitas, namun lembaga-lembaga pendidikan tersebut lebih berkonsentrasi mengajarkan ilmu-ilmu keislaman dan sangat sedikit yang mengenalkan pendidikan sains-teknologi dan tak satu pun negara Muslim yang memiliki sekolah dasar atau sekolah menengah sains dan teknologi (kalaupun ada hanya bisa dihitung dengan jari). oleh karena itu ummat muslim perlu mengembangkan model pendidikan yang berbasis sains dan ternologi.

    Sehingga output yang dihasilkan adalah generasi islam yang menguasai sains dan memahami islam secara kaffah sekaligus. Dengan demikian umat islam mampu berinteraksi dengan realita yang ada dan ikut bangkit mencapai idealisme dan sasaran-sasaran yang memungkinkan untuk kemajuan peradaban islam.

    Wujud dari perkembangan islam yang mengikuti perkembngan sainas ada pada madrash dimana kurikulumnya mengacu pada pada percampuran ilmu agama dengan ilmu-ilmu umum, jadi pendidikan islam tidak hanya terpaku pada urusan agama saja tetapi juga di bekali sains.

    Dunia pendidikan Islam sangat membutuhkan langkah-langkah strategis untuk menyambut kebangkitan sains dan teknologi di abad ini diantara strategi itu:
    Diperlukan kode etik dalam bidang pemikiran Islam dan pengetahuan Islam yang disandarkan pada konsep-konsep Al Qur'an..


     

    BAB III

    KESIMPULAN


     

    1. SDM dapat diartikan sebagai nilai dari perilaku seseorang dalam mempertanggungjawabkan semua perbuatannya, baik dalam kehidupan pribadi maupun dalam kehidupan berkeluarga, bermasyarakat dan berbangsa. Dengan demikian kualitas SDM ditentukan oleh sikap mental manusia
    2. Oleh karena itu pendidikan yang kita kembangkan adalah pendidikan yang berbasis sains dan teknologi yaitu pendidikan yang mampu mengintegrasikan antara nilai-nilai islam dengan sains dan teknologi modern tetapi tetap berpedoman pada al-Qur'an dan al-Hadist.

    REFERENSI

    Djaafar, t. Z., Pendidikan Non Formal dan Peningkatan Sumber Daya Manusia Dalam
    Pembangunan. padang :penerbit fip unp, 2001


     

    Shaleh, a. R.
    Pendidikan agama dan keagamaan : visi, misi dan aksi
    . Jakarta : gemawindu Pancaperkasa , 2000

    Azra, azyumardi. Pendidikan Islam : Tradisi dan Modernisasi Menuju Milenium Baru. Jakarta : kalimah, 2001


     


     


     


     


     


     

Ditulis Oleh : Nur Giantoro // Rabu, Februari 24, 2010
Kategori:

1 komentar:

  1. wow.. keren.. Hidup pendidikan Islam...
    trade link yuk...

    BalasHapus

Silahkan Berkomentar......

 
Diberdayakan oleh Blogger.