Jadi Orang Kaya Itu Susah 3

Sebelumnya sudah saya sebutkan 3 hal yang membuat manusia susah menjadi kaya, hal ini diluar dari faktor nasib dan takdir seseorang. Seseorang yang ingin menjadi kaya dan menjalani itu sebagai bagian dari tujuan hidup, kemungkinan akan mampu merubah nasibnya dari kelompok yang 80% menuju ke kelompok yang 20%. Bagi yang belum membaca tulisan saya sebelumnya, ada baiknya membaca mengapa susah menjadi kaya bagian 1 dan bagian 2. Saya lanjutkan hal-hal apa yang menjadikan seseorang menjadi susah untuk kaya :

4. Kecerdasan Finansial Yang Kurang Memadai
Sebagaimana telah saya uraikan sedikit sebelumnya mengenai kecerdasan finansial (kalau belum pernah mengetahui, anda bisa membacanya di artikel kecerdasan finansial). Ya, hanya sedikit dari kita semua yang mengetahui tentang kecerdasan finansial. Kecerdasan finansial bukanlah kecerdasan bawaan, akan tetapi kecerdasan yang perlu dipelajari dan diasah untuk menjadikan seseorang lebih bisa melihat sesuatu dari sudut pandang keuangan dan kemakmuran dengan lebih jelas. Kecerdasan finansial yang kurang memadai, akan menjadikan seseorang hanya menjadi hub antara uang masuk dan uang keluar dengan kemungkinan uang keluar yang tetap lebih besar daripada pemasukan. Anda boleh saja memiliki pekerjaan dengan gaji 10 juta perbulan, atau lebih, tapi apa artinya kalau pengeluaran anda termasuk cicilan lebih besar dari 10jt. Jangan menganggap remeh hal ini, karena sesungguhnya aliran cashflow yang negatif akan mengancam kita menjadi bangkrut. Sudah menjadi penyakit umum bahwa semakin besar pemasukan, akan semakin besar pula pengeluaran. Ini seharusnya tidak perlu terjadi secara extrem. Seseorang dengan gaji 2 jt/bulan bisa hidup dengan melakukan penyesuaian-penyesuaian yang diperlukan, ketika gajinya menjadi 5jt, kemungkinan besar, pengeluaran juga akan meningkat dengan cepat. Dari yang asalnya hanya nonton TV lokal gratis, menjadi berlangganan TV kabel, dari yang asalnya makan besar di warung sate dekat rumah, menjadi direstoran mahal.

Apa yang salah dengan ini? Sebenarnya tidak ada yang salah asal cashflow anda tetap positif. Dan anda memiliki anggaran untuk mengembangkan aset anda. Yang sering terjadi, karena perubahan gaya hidup ini, beban keuangan anda menjadi jauh lebih berat, dan sering tidak terkontrol. Katakanlah, selain pengeluaran karena keinginan tadi, ditambah nafsu untuk mengangsur mobil baru, mengangsur Home Theater, dan angsuran-angsuran lainnya karena gaya hidup ini. Hal ini kalau tidak diiringi dengan kecerdasan finansial yang mencukupi, membuat anda tidak kemana-mana, bahkan mengalami kemunduran terkait dengan keuangan anda. Selalu usahkan anggaran memperbesar aset di depan sebelum anda menggunakan uang pemasukan anda. Sampai pada saatnya nanti anda mencapai kebebasan finansial dan menjadi kaya. Maka anda dapat memilih gaya hidup yang lebih berkualitas lagi.

5. Terlalu Berfikir Besar No Action
Ini bukan rahasia umum, bahwa kebanyakan kita memiliki ide-ide cemerlang dan besar. Akan tetapi tidak terjadi apa-apa pada pelaksanaannya. Bahkan meskipun sebuah rencana real untuk mewujudkannya. Ya, siapa yang tidak pernah memiliki gagasan? akan tetapi berapa persen dari gagasan anda yang anda jalankan dengan sadar dan konsisten untuk mencapai tujuan yang anda inginkan? anda jawab sendiri dengan jujur. Mengapa ini seringkali terjadi? Ya, ini terjadi kalau anda memiliki tekad yang kurang kuat. Sesungguhnya suatu tujuan yang mulia dan besar itu seperti menaiki sebuah gunung. Saya ibaratkan fikiran dan angan-angan besar anda seperti hendak menikmati matahari terbenam dan tenggelam dari atas gunung. Anda membayangkan betapa indahnya menikmati suasa syahdu dan romantis, ketika dipuncak gunung bersama kekasih anda, dengan dinginnya udara, bermesraan dan melihat matahari terbit yang indah. Tapi angan-angan itu banyak yang tidak tersampaikan karena memikirkan betapa berbahaya dan beresikonya anda mendaki gunung itu. Belum usaha dan effort yang melelahkan untuk mendaki gunung, kebanyakan akan berhenti sebatas angan-angan untuk menikmati keindahaan itu, daripada untuk mewujudkannya. Meskipun itu ibarat, tapi kira-kira seperti ini perjalanan psikologi berfikir besar tetapi no action.

Demikianlah, kebanyakan dari kita tidak melakukan apa-apa, karena ide-ide besar itu mengandung kesulitan untuk merealisasikan. Hanya orang-orang besar saja berani mewujudkan ide-ide besarnya. Semua yang besar memang dimulai dari ide yang besar, tapi ide yang besar tidak berarti apa-apa kalau anda tidak menyelesaikannya. Kalau anda meneguhkan tekad untuk mewujudkan ide-ide anda, percayalah bahwa kemungkinan besar ide anda tersebut akan terwujud, meskipun itu berarti anda menempuh jalan mendaki dan berliku, dan di daerah yang anda merasa asing dan tidak aman. Kalau anda ingin kaya, dan anda berusaha untuk mencapainya dengan tujuan yang berbeda-beda, maka kalau anda tidak pernah menyerah, kemungkinan besar anda akan menjadi kaya.

http://www.investasigo.com

Comments