Rabu, 24 Februari 2010

RAGAM PENDEKATAN DALAM SOSIOLOGI PENDIDIKAN (INDIVIDU, SOSIAL, INTERAKTIF)

Setelah Sebelumnya menulis Upload Makalah Teman yang berjudul PANDANGAN PENDIDIKAN ISLAM TERHADAP SDM DAN SAINS Sekarang Waktunya Upload RAGAM PENDEKATAN DALAM SOSIOLOGI PENDIDIKAN (INDIVIDU, SOSIAL, INTERAKTIF) Semua makalah yang saya Upload atas permintaan dan seizin yang punya makalah, dengan harapan dapat membantu dan mohon dikembangkan

BAB I

PENDAHULUAN


 

  1. Latar Belakang

    Sosiologi pendidikan adalah cabang dari ilmu pengetahuan yang membahas prosess interaksi sosial anak mulai dari keluarga, masa sekolah sampai dewasa serta dengan kondisi-kondisi sosiol culturil yang teradapat dalam lingkungannya atau masyarakat dimana ia tinggal atau dibesarkan.

        Untuk menciptakan hubungan yang baik dengan individu maupun terhadap masyarakat maka perlu menggunakan beberapa pendekatan, dengan pendekatan maka akan berinterksi dengan individu dan masyarakat berjalan dengan lancar dan mudah, oleh karena pentingnya pendekatan dalam Sosioli pendidikan maka makalah ini mengambil judul "Ragam Pendekatan Sosial", di dalam makalah ini banyak kekurangan oleh sebab itu kami mengharapkan kritik, saran, maupun tambahan guna kesempurnaan makalah ini.


     

  2. Rumusan Masalah
    1. Apakah pendektan individu itu?
    2. Apakah pendekatan sosial itu?
    3. Apakah pendekatan interaktif itu?


     


     

    BAB II

    PEMBAHASAN

    Dalam kajian Sosiologi Pendididikan kita akan menggunkana beberapa pendekatan (Approach) yaitu:

  3. Pendekatan Indvidu (The Individu Approach)

    Yaitu pendekatan yang memperhatikan faktor individu secara utuh meliputi watak, intelegensi, psikologi, dan kemampun psikomotorik.

    Untuk dapat mengerti tata kehidupan masyarakat (kelompok) perlu dibahas tata kehidupan individu yang menjadi pembentuk mayarakat itu, jikalau kita dapat memahami tingkah aku individu satu persatu bagaiman cara berfikirnya, perasaannya, kemampuannya, perbuatnnya,sikapnya dan sebagainnya atau tegasnya watak individu, bagaimana mefasilitasi individu, begitulah seterusnya. Maka akhirnya dapat dimengerti bagaimana kelompok (masyarakat), maka dapatlah dimengerti tingkah laku masyarakat seluruhnya sampai pada tingkah laku Negara ( misalnya kepribadian Negara)

    Individu sebagai titik tolak ditentukan atau di pengaruhi oleh dua macam faktor intern dan extern.

    Faktor intern meliputi faktor-faktor biologis dan psikologis, sedangkan faktor extern mencakup faktor-faktor lingkungan fisik dan lingkunagan sosial. Maka didalam approach individu menitik beratkan kepada faktor-faktor biologis dan psikologis yang mendeterminir tingkah laku seseorang. Kedua faktor itulah yang primer sedangkan faktor lingkungan sekitar fisik dan miliu sosial merupaka faktor sekunder.

  4. Pedekatan Sosial (The Sosial Approach)

    Yaitu pendekatan yang memperhatikan faktor lingkungan sebagai lingkungan tinggal induvidu dalam perkembangannya.

    Titik pangkal dari Approach Sosial ialah mayarakat dengan berbagi lembaganya, kelompok-kelompok dengan berbagai aktivitas. Secara konkrit Approach Sosial ini membahas aspek-aspek atau komponen dari pada kebudayaan manusia, misalnya keluarga, tradisi, adat istiadat, moralitas, norma-norma sosialnya dan sebagaimana. jadi segala sesuatu yang dianggap produk bersama, milik bersama adalah masyarakat. Tingkah laku individu dapat dipahami dengan memahami tingkah laku masyarakatnya. Misalnya, pada waktu lahir dengan pertolongan bidan, atau dukun bayi, upacara-upacara yang dialakukan untuk si bayi, apabila anak sudah mulai bicara diajar tatakrama keluarga dan masyarakat. Misalnya bagimana cara makan dan minum, bagaiman cara berpakain dan sebagainya,. Semua menjalankan bahwa generasi muda harus bertingkah laku sesuai dengan pola tingkah laku yang dikehendaki oleh masyrakat atau dengan perkataan lain di kondisikan oleh kebudayaan masyarakat. Jadi kalau masyarakat mengizinkan perkawinana poligami maka individu-individunya juga berpoligami.

    Lebih luas lagi karena Indonesia mengembangka falsafah hidup pancasila, maka seluruh warga negara harus mengembangkan paham Pancasila. Kalau pemerintah menganut demokrasi pancasila maka seluruh warga negara harus mengerti dan mengamalkan demokrai pancasila. Jikalau ada warga yang tidak mau mengamalkan pancasil, negara akan menindak mereka, oleh karena mereka diangggap menyeleweng dari pola tiongkah laku yang harus dikembangkan oleh masyarakat.

    Approach Sosial tentulah mempunyai kelemahaman, sebab betapapun homogennya suatu masyarakat, betapa kuatnya tata cara di situ masih juga kita dapati individualitas jadi anggota masyarakat, artinya ciri-ciri tingkah laku manusia perseorangan masih dapat dilihat juga. Mengapa demikian karena tiap-tiap individu mempunyai watak dan kepribadiannya masing-masing, individualitas manusia tetap masih ada tidak jarang juga kesegeraman tingkah laku pada masyarakat-masyarakat yang kuat tata caranya dianggap sebagai paksaan terhadap individu-individunya, mereka merasa kurang bebas, mereka ingin keluar dari belenggu adat istiadat masyarakat.

    Jadi pendekatan sosial ini titik beratnya terletak pada masyarakat dan pengaruh geografis jadi tingkah laku manusia itu ditentukan oleh faktor fisik dan kultural. Jadi dengan demikian, maka bertitik pangkal kepada berbagai individu yang berinteraksi, dan dengan interksi sosial itu akan menunjukkan segi sosialnya makluk manusia, sudah barang tentu dalam hal ini manusia selalu mengadakan penyesuain diri dengan lingkungannya.

  5. Pendekatan Interksi (The Intraction approach)

    Yaitu pendekatan dengan memperhatikan pola hubungan antara individu dalam lingkungannya.

    Di dalam pendekatan interaksional kita memperhatikan faktor-faktor individu dan sosial. Dimana individu dan masyarakat saling mempengaruhi dalam hubungan timbal balik antara individu dan masyarakat. Yang mana interaksi yang terjadi mempunyai kekuatan saling membentuk dan mempengaruhi dalam rangka saling menyempurnakan.

    Approach Individu memberi dasar adanya individualitas watak dan kepribadian individu-individu perseorangan sedangkan approach sosial terutama dengan studi sosiologinya memberi landasan arah dan perkembanagan watak dan kepribadian individu-individu dalm kontak dengan individu individu lainya, kontak antara masyarakat satu dengan yang lain, kontak antara negara satu dengan negara yang lain. Studi Sosiologi menegaskan setiap individu itu dilahirkan dan dibesarkan oleh masyarakat serta individu-individu itu dalam hidupnya di masyarakat selalau mengidentifikasikan dirinya dengan pola tingkah laku dan kebudayaan masyarakat.

    Dan situsi Interksi adalah situasi hubungan sosial. Maka dapat dikatakan bahwa manusia itu memasyarakatkan diri, atau dengan perkataan lain manusia membudayakan diri, dan permasyarakatan pembudayaan ini tidak akan habis-habisnya sampai akhir zaman.

    Macam-macam Interaksi Sosial:

    1. Dilihat dari sudut subjeknya, ada tiga macam Interaksi Sosial yaitu:
      1. Interaksi antara orangn perorangan
      2. Interaksi antar orang dengan kelompoknya dan sebaiknya
      3. Interaksi antar kelompok
    2. dilihat dari segi caranya, ada 2 macam interksi sosial:
      1. Interksi langsung (Dirrect Interction) yaitu interaksi fisik, seperi berkelahi, hubungan seks/kelamin dan sebagainya.
      2. Interksi simbolik (Symbolik Interaction), yaitu interakasi dengan mempergunakan bahasa (lisan/tertulis) dan simbol-simbol lain (isyarat) dan lain sebagainya.
    3. menurut bentuknya, selo sumardjan membagi interaksi menjadi empat, yaitu:
      1. Kerjasama (coopertion)
      2. Persaingan (competition)
      3. Pertikaian (conflict)
      4. Akomodasi (accomodation) yaitu bentuk penyelesaian dari pertikaian

    Masyarakat indonesia termasuk tipe masyarakat kooperatif, dengan cirinya yang khas yaitu "Gotong Royong"


     


     


     


     


     


     


     


     


     


     


     


     


     


     


     


     


     


     


     


     


     


     


     


     


     


     


     


     


     


     


     


     

    BAB III

    KESIMPULAN

    1. Pendekatan Indvidu (The Individu Approach Yaitu pendekatan yang memperhatikan faktor individu secara utuh meliputi watak, intelegensi, psikologi, dan kemampun psikomotorik.
    2. Pedekatan Sosial (The Sosial Approach) :Yaitu pendekatan yang memperhatikan faktor lingkungan sebagai lingkungan tinggal induvidu dalam perkembangannya.
    3. Pendekatan Interksi (The Intraction approach) : Yaitu pendekatan dengan memperhatiakan pola hubungan antara individu dalam lingkungannya.


     


     


     


     


     

    REFERENSI

    Abu Ahmadi, Sosiologi Pendidikan, Jakarta, Rieneka Cipta, 1991

    M. Widda Djuhan, Sosiologi Pendidikan, Ponorogo, STAIN Press, 2008

    Ary H. Gunawan, Sosiologi Pendiddikan, Jakarta, Rieneka Cipta, 2000


     

    Rencana pembelajaran nomer 4

    1. Kegiatan Awal
  • salam
  • berdoa bersama
  • murid memeriksa perlengkapan alat tulisnya
  • guru mengaitkan antara materi dengan pengetahuan siswa tentang pendekatan.


 

B. Kegiatan Inti

  • guru membagi kelas kedalam 3 bebrapa kelompok
  • guru membagi membagai materi menjadi 3 bagian masing-masing, kelompok satu membahas Pendekatan Indvidu, kelompok kedua membahas Pedekatan Sosial, kelompok ke tiga Pendekatan Interksi
  • guru memberikan waktu bagi para siswa untuk membaca kemudian mendiskusikan materi yang telah dibagi.
  • Masing-masing kelompok diskusi mengirim satu orang ke kelompok lain menjelaskan hasil diskusi kelompoknya,
  • Guru mengklarifikasi kesulitan, kesulitan maupun pertanyaan seputar masalah pendekatan

C. Kegiatan penutup

  • Murid membuat kesimpulan rangkuman hasil diskusi maupun dari klarifikasi guru dengan bahasa sendiri
  • Guru megevaluasi siswa dengan memberikan pertanyaan Guru menyampiakan tugas rumah dan tindak lanjut
  • Guru menutup pelajaran


 


 

Rencana Pembelajaran Nomer 2

Kegiatan Awal

  • Salam
  • berdoa bersama
  • murid memeriksa perlengkapan alat tulisnya
  • guru mengaitkan antara materi dengan pengetahuan siswa tentang pendekatan Salam


 

Kegiatan Inti

  • Guru membagikan materi yang akan diajarkan
  • Guru menjelaskan materi yang di bahas secara singkat
  • Mahasiswa diharapkan membaca dan mempelajari makalah yang telah dibagikan
  • Guru melakukan tanya jawab


 


 

Kegiatan penutup

  • Murid membuat kesimpulan rangkuman hasil diskusi maupun dari klarifikasi guru dengan bahasa sendiri
  • Guru megevaluasi siswa dengan memberikan pertanyaan Guru menyampiakan tugas rumah dan tindak lanjut
  • Guru menutup pelajaran


 


 

Ditulis Oleh : Nur Giantoro // Rabu, Februari 24, 2010
Kategori:

0 komentar:

Poskan Komentar

Silahkan Berkomentar......

 
Diberdayakan oleh Blogger.